Bandung, UPI - Seksi Informasi Publik dan Layanan Terpadu (IPLT) Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Caraka Muda KKIPP UPI Bidang Unit Layanan Terpadu (ULT). Pertemuan kedua ini difokuskan pada pembahasan penyusunan materi keikutsertaan ULT UPI dalam ajang Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) 2026 pada Rabu (10/6) sore. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Sadarjoen Siswomartojo.
Berbeda dengan pertemuan pertama yang menitikberatkan pada pengarahan dan pembagian tugas, pertemuan kedua mengarah pada pendalaman substansi. Sebanyak tujuh orang Caraka Muda yang telah terpilih sebelumnya diajak menelaah empat dokumen rujukan utama sebagai bahan persiapan, yakni Laporan Kehumasan Pengelolaan ULT UPI pada AHD 2023 hingga tahun 2025 sebagai rujukan, Buku Panduan Anugerah Humas Diktisaintek 2026, Draf Laporan AHD-ULT yang tengah disusun, serta materi sosialisasi AHD.
Dalam arahannya, Staf Seksi IPLT menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh atas ketentuan lomba sebelum penyusunan materi dimulai. "Keikutsertaan kita pada AHD 2026 bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan momentum untuk berefleksi dan menunjukkan praktik baik pengelolaan layanan terpadu di UPI. Karena itu, para Caraka Muda perlu memahami betul kerangka penilaian agar setiap data yang disajikan benar-benar relevan dan berdampak," ujar Ardi M. Noer.
Kegiatan diawali dengan penelaahan Buku Panduan AHD 2026 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada sesi ini dijelaskan bahwa kategori Pengelolaan Unit Layanan Terpadu menuntut peserta menampilkan laporan layanan informasi dan pengaduan pelayanan publik, beserta penyediaan sarana dan prasarana pendukungnya. Para Caraka Muda turut diperkenalkan pada tema besar penyelenggaraan tahun ini, yaitu "Diktisaintek Berdampak", serta lini masa kegiatan yang dimulai dengan sosialisasi pada 3 Juni 2026 dan penerimaan produk perlombaan paling lambat 15 Juli 2026.
Selanjutnya, pembahasan diarahkan pada Laporan Kehumasan ULT UPI pada AHD 2023 sebagai rujukan capaian terdahulu. Dokumen tersebut memuat statistik layanan, rekapitulasi layanan bulanan, hingga hasil Survei Kepuasan Masyarakat yang menjadi tolok ukur kualitas pelayanan. Penelaahan atas laporan ini dimaksudkan agar para Caraka Muda memahami pola pelaporan yang telah dibangun sekaligus mengidentifikasi ruang penyempurnaan untuk laporan tahun ini.
Diskusi kemudian berlanjut pada Draf Laporan AHD–ULT yang sedang disusun tim Seksi IPLT. Pemaparan ini disampaikan secara bergiliran oleh tim pelaksana, mencakup kerangka laporan mulai dari pengantar profil ULT UPI, laporan layanan informasi melalui kanal e-Laporan dan LAPOR–SP4N, pengelolaan pengaduan pelayanan publik, hingga ragam inovasi layanan. Melalui pemaparan ini, para Caraka Muda memperoleh gambaran utuh mengenai data dan dokumentasi yang perlu dilengkapi.
Sebagai penutup rangkaian materi, dibahas pula bahan sosialisasi AHD yang menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses pelayanan. Para Caraka Muda didorong untuk berperan aktif dalam pengumpulan dokumentasi sarana dan prasarana, penyusunan data layanan, serta pengelolaan media resmi ULT dan PPID sebagai bagian dari kontribusi nyata mereka.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan munculnya sejumlah gagasan dari para Caraka Muda terkait penyajian data yang lebih komunikatif dan menarik secara visual. Pertukaran gagasan tersebut menunjukkan keterlibatan yang positif sekaligus memperkaya pola pendampingan magang di lingkungan Seksi IPLT KKIPP UPI.
Pada bagian akhir kegiatan, Staf Seksi IPLT berharap pembekalan kedua ini dapat menjadi pijakan bagi para Caraka Muda untuk berkontribusi optimal dalam penyusunan materi AHD 2026. "Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan laporan yang baik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya keterbukaan informasi publik dan pelayanan prima," tutup Yudhit Anatha. (ULTUPI/End-edit/AHF-CM)